dari ide pertama tercetus membuat usaha berempat, aku ricat , adit dan nola. kami berempat mengeluarkan masing-masing limaratus ribu kalau aku sih karena masoh kuliah tiga ratus ribu aja. salah aku waktu itu, aku membatu melihat karir kesuksesan ricat yang luar biasa. dari kegigihan dia, mencari informasi pedagang kaki lima di lapangan gasibu bandung. awalnya masih melihat peluang apa yang pas untuk berjualan. kala ricat berfikir kalau menjadi karyawan biasa masih saja di atur oleh atasan. lain halnya dengan pengusaha, mereka bisa mengatur pola hidupnya dengan yang ada dalam perusahaannya yang mereka rintis sekarang. di luar itu, sebelum tercetus ke bagian lain. aku dan ricat berjalan dengan santainya untuk melihat produk apa yang banyak menghasilkan keuntungan. dari melihat produk jaket, celana bahkan sampai buku kami lihat hhehe.. akhirnya dia memilih produk celana yang akan dia kembangkan menjadi usaha yang berkembang.
produk celana yang murah tetapi kualitas yang sangat oke . menarik perhatian ricat untuk mencoba untuk dipakai juga. kelihatannya memang sederhana. cocok digunakan warna bahan dan selera banyak tang suka. modelnya sih simple bahannya juga tahan lama. dibandrol harga sih masih beberapa puluh ribu saja. lambat laun baru bisa dikembangkan semakin bertebaran.mempertahankan produk, kualitas dan esendi yang mungkin akan berubah-ubah mengikuti zaman yang ada. ada kalanya pengusaha akan merugi tapi tidak sedikit yang mengambil keuntungan yang sangat besar.
kami berdua, aku dan ricat sangat antusias melihat proses memulainya karir baru ricat. tapi aku sadar aku hanya saja membuat ricar semakin tak peduli padaku.
tak respek malah asik dengan hobinya yang baru. kegiatan sih maklum masih awal merintis karir sebagai pengusaha. ya baru beberapa hari terikir untuk membuat usaha distro. saat itu aku menemani ricat menawar harga. melihat model dan membawa barang dgangan kembali ke bogor.
barang yang dibawa beberapa pcs, ya kalo sekarung bisa hampir 20 barang . karung yang besar aku bawa dengan ricat di motor. kalau aku punya inisiatif sih mungkin aku yg bawa motor ricat yang membawa barang yang berat itu.
karena ricat fikir akan dia bawa menggunakan motor sehabis belanja. tapi aku memberi ide untuk membanya ke pengiriman ekspedisi Jne. harganya lumayan mahak harga pengiriman seratus ribuan kalo dia membeli 1 buah celana muntkin malah sudah bisa membeli bensin untuk keuntungannya.
merintis awal yang penuh dengan perjuangan. tak kenal lelah aku hanya menemani disaat dia sedang kelelahan mencari sesuap nasi tapi aku tak sama sekali membantu proses penjualan produk baju yg ia jalani. aku hanya berdiam diri tak diajak untuk acara spesial dia yg menuru aku kok aku gakdiajak mungkin itu berkat kerjasama kedua temannya adit dan manola yang ketika itu tidak jadi ikutan sebagai kontrobusi penjual barang-barang distro karena yg berfagang saat itu adit dan ricat. adit dan manola yang mempunyai ide membuka gerai baju hanya ide selewat mereka disaat ada ricat disamping adit berfikir usaha ricat memberitahu aku dan ingin ikutan peruntungan sebagai wirausaha kecil-kecilan. disamping itu ada keperluan mendadak untuk pergi liburan dan aku ikutan usaha bersama mereka akhirnya keputusan otak berpihak untuk jalan jalan bersama teman kampus. rasanya tak enak membiarkan dia seperti itu bersama adit aku dan manola harus fokus kuliah ketika mereka baru saja masuk kuliah. aku dipaksa membantu tapi ga mau aku meminta kembali uang tsb. kepantai bersama temen kampus dengan uang pas pasan . mereka berdua harus bersusah susah bolak balik bandung bogor untuk berbelanja daerah lapang biasa boleh dipakai menjual produk barang apa saja tanpa retribusi yang besar ya harga 20rb aja.. mereka menjual produknya menggunakan sistem car (mobil). biar irit ya oendatang yang cocok dan produksi apa yang bagus sampai akhirnya mereka menemukan cela dari hasil yang mereka dapatkan .
perjalanan panjang yang mereka lalui. dirasakan oleh yang notaben adalah tempat ekerja. kerja anya beberapa bulan hampir setahun sih kali di itung, terpaksa mengalihkan pendapatannya ke bisnis rumahan. lid tidak pandai menarik perhatiannya karena dia hanya mensuport tanpa membawa rezeki ya yh melimpah kepadanya. mungkin aku hanya sebagai perempuan yang menemani dia disaat dia sedang menjejaki usaha celana. tanpa memikirkan bagaimana dia bisa sampai mempunyai toko yang menghasilkan milyaran rupiah. ricat sebagai owner merangkap sebagai karyawan toko memgbil andil dalam semua aktivitas. sayangnya aku hanya mendengarkan dia cerita tanpa melihat langsung ramaikah tokonya, sepi pengunjungnya disaat acara-acara tertentu aku tidak pernah ada bukan rezeki bergelimpangan kepada layak aku lagi lagi bukan rezeki cuma cerita saja yang ada ditelingaku ini. banyak rezeki datang padanya, aku hanya menghasilkan uang banyak tapi sedikit yang aku kerahkan pada semua kegiatan kampus. kadang suka membantu menjaga karena dia harus belanja dan aku merasakan dalam hati begini ya keseharian ricat di toko. capenya mendapatkan uang, seperti itu saja sudah membuat badan rasa keropok dijalani sebisa mungkin sampai lelah hati ingin menangis di hadapan kamu. rasa lelah tak tergantikan bahkan aku menangis sendirian, jauh jauh cuma bawa boneka yang gak tau harga. maksud dari itu semua susahnya meraih kesuksesan dengan cepat. lah kita bertemu saja jarang ditangkis oleh banyaknya hal yang membuat kita bukan apa-apa dan juga banyak orang cuma najis sesaat. bertemu banyak orang yang banyak membantu menyusahkan?? memberi masukan diberikan orang lain arah yang baik untuk adit dan ricat. lagi lagi aku tak pernah ada ya kita memang tidak pantas saling membantu. hanya aku yang bilang kenapa tidak membuka cabang kenapa tidak franshice saja lah dia gak ngerti. dijelasin berkali-kalipun tetap saja tidak paham. kenapa tidak bergantian jaga dan lain sebagainya hanya bisa mengkritik lalumemberi saran yang tak pasti tanpa ini itu. setiap kali akan pwrgi berkunjung ke toko pasti kena marah telpon lah disuruh pulang kebanyakan aktivitas ku habiskan dirumah dalam perjalanan tidak salah ketika bertemu ricat hampir setiap hari dengan inggo karena luangnya waktu bersama inggo sampaibl bosen aku bersamanya. ketawa ketiwi rahang sakit gak karuan.
kembali kecerita belanja di bandung , dulu tinggal diperumahan lumayan besar. harganya bukan main sih pertahunbisa mencapai sekitar 7 jutaan dalam hal berbisnis ini sebanding dengan pendapatan seseorang kala membuka toko baru.hargayang tidak sedikit untuk bermalam di rumah itu. kejadian demi kejadian terjadi begitu saja. kearah yang semakin membuat ricat mengurungkan niatnya untuk bekerja lagi dipatok usia dan usaha saja membuka gerai baju distro dulu sempat kerja di beberapa perusahaan karena dia lulusan d3 yang sudah tua kebanyakan kerja jarang nadem diperusahaan masa kontrak yang sudah habis dan penghasilan yang itu itu saja beralih menjadi pengusaha distro. keuntungan yang lumayan banyak dari usaha kami berempat alasan ku meminta kembali uang yang sudah aku kasih utuk bergabung usaha distro berempat tapi sejalannya waktu dan pemikiran aku bersama manola mengurungkan lagi niat untuk ikut karena masih kuliah dan mereka belum kuliah.
hubungan adit dan ricat masih berlanjut ketika manola putus dengan adit. ricat tetap bersikeras untuk melanjutkan usaha bersama teman kecil. inggo adalah salah satu teman setia yang selalu ada untuk ricat, gak bagaimana awalnya mula mula mereka berdiskusi untuk membuka sebuah toko yang tidak terlalu mahal tetapi tempat strategis. mereka merogoh kocek hanya 7 juta akses jalan yang dilalui masyarakat bogorapalagi daerah kabupaten bogor barat sekitarnya. membuat omset yang di capai bisa puluhan juta rupiah. masih banyak lagi lika liku kehidupan akhir yang dihadapi ringgo dan ricar. memang kalo di bilang mereka berdua kaya anak kembar siam kemana ada ricat selalu ada inggo disampinya.
mendapatkan tempat yang sekarangn menjadi usaha toko tidak menjadi hal yang mudah,banyak kesulitan yang dihadapi. promosi, membawa jaringan untuk menaikkan pasar mengikuti event gede-gedean mengajak teman dan sahabat terdekat. membuat toko ini dikenal banyak orang. awal mula tercetus nama distro dari mana asal aku bisa ambilgabungan dari kedua nama mereka RI ricat dan ringgo. bisnis cloth memang marak menjamur😝🤗.. banyak desain yang menarik minat konsumen rict belum terfikir salah satu desain akan dipasarkan kembali ricat dan inggo cloth. sebelum mengambil hasil karya orang lain dan belum bisa produksi sendiri akhirnya keuntungan itu bisa 10% yang bisa dia dapatkan dari penjualan celana. tidak banyak tapi bisa terus berkembang mengikuti alur zaman. perubahan demi perubahan terlihat dari setiap yang mereka lakukan. tang dijual cepana menjadi baju, sepatu, dompet, tas, topi, jaket, kemeja dan konveksi . celana menjadi awal mula konsumen tertarik karena bahan diambil produk dari bandung. beda sih dengan produk lain gak kalah sama distro distro sejenis. mereka tidak mengambil untuk banyak yang terpenting tetap stay dikalangan anak muda. harga oke tapi tidak murahan. murah dengan kualitas yang menjamin. dijamin adem dengan produk yang diluaran.ya kami juga menggabungkan produk kami sensiri dengan produk tetangga joint to place aku namai namanya juga anak kuliahan arti mereka menjual barang orang lain yang brand sudah terkenal walau untungnya emang banyak ketika brand kita yg baru masuk. banyak juga yang menjadi reseller distro mereka.
mengulas kisah di bandung, ada cerita yang sedih, waktu yang berjalan membuat mereka terus akrab. inggo mengangkut karung sendiri tanpa ricat dan aku. aku bersama ricat yang harus memikul tanggungjawab juga yang banyak meski inggo bawa barang yang banyak kami juga banyak membawa produk produk mereka. pakaian distro yang menguntungkan sedang di alami. jaruh bangun menjadi tim hore tidak membantu untuk membangkitkan krisis yang tiap hari keseringan bertemu, aku yang menyepelekan tidak berfikir panjang peduli banget dan ingat berjualan pulsa cuma 100rb. uang yang sedikit ternyata dipaksa memberikan pulsa untuk orang lain yang tidak bayar akhir cerita ini aku mengulas tentang bagaimana aku hidup dari uangku sendiri secara spontan. kala itu berjualan pulsa pada akhirnya untyk keluargaku lagi. sayang aku hanya tim hore jatuh bangun membangun itu semua.
membangkitkan krisis yang tiap hari dijalani, karena aku ingat pasti dia sekarang memang membutuhkan perhatian demi membiayai orangtua. selagi sedikit hasil berjualan pulsa dari uang tambahan jajan yang diburu buru maka dia menyimpan sebagai tabungan ketika keluarganya perlu. aku tidak bisa banyak membantu bisa dari kelakuanku yang menyusahkan. belum banyak pengeluaran kuliah sudah numpuk lemak banyak pada tubuh saat ini. berdiam diri ingin sekali membuat sesuatu yang aku inginkan yang aku butuhkan sebagai mata pencaharian. untuk memberi makan sesungguhnya dengan uang, bukan memberi dengan kertas yang ternilai harga sesungguh sampah mencari jerih payah. tapi tetap bisa di saur . mengasah kemampuan lebih yang kata orang itu trik tuhan untuk kamu. kehendak tuhan memang begitu takdir Allah sudah ditentukan. hanya berserah diri !! memperbaiki jalan yang rusak membuat semua menjadi baik baik saja Tidak ada yang membutuhkan jalan keluar pasrahkan takdirmu kepada ku.